Jumat, 12 Januari 2018

DIBAGI KEMANA UANGMU?

Dalam sebuah kajian seorang ustadz membahas kisah di masa lalu yang diceritakan dalam sebuah hadist. Ketika masa itu sedang terjadi kekeringan di sebuah negeri, tanah-tanah kering tidak turun hujan, tanaman mati kurang air, banyak pemilik lahan yang putus asa. Sampai satu ketika ada seseorang yang mendengar suara di langit, “siramilah ladang si fulan dengan hujan”
Dia mencari ladang tersebut, dan ketemu ladang yang subur, sedangkan kanan kirinya kekeringan. Hujan membahasi ladangnya, sementara di wilayah lainnya hujan tak kunjung datang. Karena penasaran dia bertanya kepada pemilik ladang, apa amalannya sehingga ALLAH berikan keistimewaan pada ladangnya ini..
Jawabnya luar biasa, “setiap hasil dari ladangku ini aku bagi tiga, sepertiga aku berikan kepada fakir miskin untuk mereka makan, sepertiga untuk makan aku dan keluargaku, sepertiga lagu untuk aku putar kembali sebagai modal menanam ladang ini. Sepanjang tahun ladangku subur tidak pernah kekeringan..”
Masya ALLAH
Masya ALLAH
Ini ilmu yang indah.. hidup sebagai muslim itu Habbluminallah (hubungan dengan Allah) dan Habbluminannas (Hubungan dengan sesama manusia) itu harus imbang.
Kalau engkau ingin ALLAH ridho pada hidupmu, pada usahamu, pada rejekimu, jangan jadi egois dan seragam ingin memiliki semua rejeki yang sudah ALLAH berikan. Ditumpuk-tumpuk seolah takut kelaparan, gak peduli dengan kesusahan tetangga sekitar.
Kita hidup di zaman yang serba hedonis, harta adalah simbol kesuksesan yang seolah-olah harus selalu dipamerkan. Apalagi di zaman sosial media merajalela, punya mobil baru harus ditunjukkan, liburan keluar negeri selalu diupdate-kan, umroh pun harus dilaporkan, semua yang bisa menimbulkan decak kagum dan memancing komentar harus dieksis-kan! Setiap ada yang memuji di kolom komentar, sungguh jadi sebuah kelezatan!
Kenapa banyak yang ladangnya kering kerontang di tengah rejeki Allah yang tersebar dimana-mana?
Soalnya yang dipakai ilmu hedonis produk kapitalis. Kalau gak nekat gak bakal punya, kalau gak utang hidup nelangsa..
Sehingga kalau dapat rejeki, dapat untung, dapat gaji, pembagiannya begini..
40% buat makan dan rumah tangga
20% bayar cicilan mobil
10% bayar cicilan motor
5% bayar cicilan HP
10% buat liburan dan traveling
10% buat nongkrong sama entertain
15% bayar arisan 3 tempat
20% buat invest ke MLM abal-abal cepet balik modal.
Laaah lebih dah lebih dari 100% mas!!!
Tenaaang!
Masih ada kartu kredit tinggal gesek..
Masih ada Kredit Tanpa Agunan
Masih ada duit kantor bisa ditilep dulu
Masih bisa pinjem sana-sini gadaikan harga diri..
Zakatnya berapa?
“Zakat apaan sih?”
Sedekahnya kapan?
“Sedekah mahluk apaan sih ituh?”
Ada anak yatim dan orang miskin lapar..
“Laaah itu kan urusan mereka sendiri, emang mereka orang-orang malas kok!”
Yayayaya!
Pantess... pantess kalau hidupnya gersang sepanjang tahun!
Pantess kalau dibangkrutkan Allah..
Pantess kalau jauh dari ridhonya Allah..
pantess kalau hidupnya gak pernah tenang selamanya..
Ambil kaca lagi, kita nilai diri kita sendiri..
Yang nulis inipun penuh dosa dan aibnya ditutupi Allah sehingga kalian masih mau membacanya..
Hidup hanya sekali..
diberi Allah rejeki jangan sampai lalai tak bisa jadi bekal ketika mati..
Wahai sungguh sayang sekali...

0 komentar:

Posting Komentar

 
p