Minggu, 14 Januari 2018

PEMISAHAN KEUANGAN PRIBADI DAN BISNIS


Mardiana (bukan nama sebenarnya) adalah seorang pebisnis online. Dia bersama suaminya mengelola bisnis online ini bersama-sama. Produk yang mereka jual adalah boneka. Boneka ini mereka peroleh dari membeli di supplier boneka.

Mereka sangat menguasai teknis jualan online dengan baik. Paham tentang sistem marketing funnel dan memiliki ratusan reseller diberbagai daerah.

Suatu saat Mardiana dan suaminya mulai menyadari bahwa omset mereka bisa mencapai ratusan juta perbulan, namun anehnya kenapa uang direkening mereka hanya bersisa ratusan ribu saja. Apa yang salah?

Pernahkah Anda juga pernah mengalami permasalahan yang sama seperti yang dialami  Mardiana ini? Atau mungkin saat ini mengalaminya? Jika iya, jangan-jangan Anda mencampur adukan uang pribadi dengan uang bisnis. Betul apa betul?

Pahamilah bahwa mencampur-adukkan antara uang pribadi dan uang bisnis akan bisa menyebabkan bisnis Anda tidak berkembang. Bahkan kemungkinan Anda tidak mengetahui apakah bisnis Anda ini menguntungkan atau tidak.

Banyak para pebisnis awam atau pemula yang hanya menguasai teknis bisnis mereka, namun kurang pemahaman dalam hal alokasi keuangan bisnis. Bahkan tidak jarang mereka tidak pernah tahu berapa sebenarnya keuntungan bisnis mereka.

Selain mereka tidak membuat catatan keuangan bisnis, mereka juga menyatukan antara keuangan pribadi dan bisnis.

Apabila ini terus dilakukan, saya yakin bisnis mereka tidak akan pernah bisa berkembang. Mereka sadar bahwa bisnis yang mereka lakukan menguntungkan, namun mereka tidak tahu mengapa kok uangnya seperti tidak kelihatan. Mereka baru akan tersadar disaat harus membayar tagihan suplier.

Disinilah pentingnya kita memisahkan antara keuangan bisnis dan keuangan pribadi. Saran saya, mulailah Anda belajar tentang ilmu akuntansi karena ini bagian penting juga bagi bisnis Anda. Jika sekarang Anda masih menyatukan antara uang pribadi dan bisnis maka mulailah pisahkan.

 Uang pribadi adalah uang pemasukan dan pengeluaran untuk kebutuhan Anda dan keluarga. Sedangkan uang bisnis adalah uang pemasukan dan pengeluaran untuk kebutuhan bisnis Anda.

Bagaimanakah cara memisahkannya? Mulailah dengan mengatur pola keuangan yang terpisah antara keuangan bisnis dan keuangan pribadi, mulai dari pencatatan sampai penyimpanannya.

Teknis pemisahannya adalah sebagai berikut:
1. Buat pemasukan pribadi dari bisnis Anda.
2. Buat tabungan terpisah.
3. Buat perencanaan keuangan terpisah.
4. Buat laporan keuangan terpisah.

1. Buat pemasukan pribadi dari bisnis Anda.

Anda mendapatkan pemasukan pribadi dari bisnis Anda maksudnya Anda adalah sebagai Karyawan Usaha Anda. Dimana Anda akan menerima gaji dari usaha Anda.

Banyak kesalahan dari pemula bisnis atau pebisnis awam bahwa mereka tidak digaji dari bisnis mereka, sehingga pengeluaran pribadi tercampur dengan pengeluaran bisnis.

Cukupkan kehidupan Anda dari gaji yang diterima dari usaha Anda dan gunakan pola alokasi penghasilan pribadi.

Berapa jumlah gajinya? Sesuaikan saja dengan omset dan laba yang diperoleh bisnis Anda. Misalnya laba per item barang Anda adalah senilai 50.000 rupiah maka gaji anda 10.000 per item atau sebesar 20% dari laba per item barang.

Apabila bisnis Anda ini milik sendiri tanpa bekerjasama dengan pihak lain maka selain gaji, Anda pun bisa memperoleh pemasukan pribadi dari deviden yang pola penerimaannya sesuai alokasi keuangan bisnis.

Andaikan Anda mengambil pemasukan uang pribadi dari deviden hasil laba bisnis Anda dan tidak melalui gaji maka Anda harus selalu menutup laporan keuangan perbulan, kemudian alokasikan sesuai laba bisnis Anda tersebut, sehingga Anda mempunyai uang pribadi setiap bulannya.

Sistem ini juga akan memacu Anda, bila ingin gaji atau deviden besar harus lebih giat promo dan jualannya, benar?

2.  Buat tabungan terpisah.

Pisahkan tabungan pribadi dan usaha Anda. Fungsinya adalah mempermudah dalam pencatatan penerimaan dan pengeluaran antara uang pribadi dan uang bisnis Anda, sehingga keduanya tidak lagi tercampur aduk.

Banyak para pengusaha yang menyatukan penerimaan dan pengeluaran uang bisnis dengan uang pribadi dalam satu rekening. Ini mengakibatkan rancu dalam pencatatan dan evaluasi kinerja bisnis.

Bayangkan bila Anda menyatukan penyimpanan uang bisnis dan pribadi Anda, tentu akan menyulitkan untuk mengetahui apakah ini uang bisnis atau uang pribadi.
Mulai sekarang pisahkan antara rekening tabungan bisnis dan tabungan pribadi Anda.

3. Buat perencanaan keuangan terpisah.

Bisnis membutuhkan perencanaan keuangan demikian juga dengan keuangan pribadi. Rencanakanlah secara terpisah.

Pada Buku “LUNAS UTANG dan BISNIS TANPA RIBA” yang akan terbit sebentar lagi ada bongkahan #2 dari isi buku diajarkan kepada Anda bagaimana mengalokasikan antara keuangan pribadi dan keuangan bisnis maka lakukan itu.

Buatlah perencanaan keuangan bisnis Anda, mulai dari alokasi cash flow bisnis sendiri yaitu pembayaran gaji Anda, gaji karyawan dan pembayaran suplier atau biaya operasional bisnis Anda. Demikian juga dengan perencanaan keuangan pribadi. Buatlah terpisah.

4. Buat laporan keuangan terpisah.
Pada bagian ini mau tidak mau sebagai pebisnis apabila Anda belum memahami tentang pembuatan laporan keuangan, Anda harus belajar. Mulailah dengan belajar bagaimana membuat laporan keuangan sederhana bagi bisnis Anda. Bahkan keuangan pribadi pun penting untuk Anda buat laporan keuangannya.

Fungsi dari laporan keuangan ini adalah Anda bisa mengevaluasi berapa besar biaya operasional bisnis Anda, apakah pengeluarannya efektif atau tidak, semua bisa dilihat dalam laporan keuangan.

Inipun sama halnya dengan keuangan pribadi, apabila Anda buatkan laporan keuangan pribadi maka Anda akan dapat mengendalikan keuangan dengan baik, dan menyesuaikan dengan pemasukan yang Anda terima.

Pisahkan laporan keuangan bisnis Anda dengan laporan keuangan pribadi. Ini sama artinya Anda dilarang menggunakan uang bisnis. Anda harus cukup menggunakan uang gaji yang diberikan dari bisnis Anda.

Ketahuilah bahwa pengetahuan tentang laporan keuangan bagi seorang pebisnis sangatlah penting. Anda harus mulai belajar ilmu pengetahuan tentang Akuntansi yang membahas tentang pembuatan laporan keuangan.

Anda bisa download aplikasi keuangan di playstore HP Anda. Ketik saja dikolom pencarian “catatankeuanganku” bergambar dompet.  Tutorialnya mudah dan bisa membantu Anda dalam mengelola uang. Sehingga memiliki catatan uang masuk berapa dan pengeluaran berapa.

 Sekarang Anda mengerti bagaimana memisahkan antara uang bisnis dan uang pribadi. Lakukanlah sekarang, jangan ditunda. Mulailah cegah kebangkrutan bisnis Anda yang disebabkan oleh salah pola alokasi keuangan.

Saya rasa sekarang Anda menyadari mengapa banyak para pebisnis yang begitu paham tentang strategi bisnisnya namun jatuh bangkrut karena tidak memahami pola pengaturan keuangan, bukan?

Bahkan kadang mereka sendiri bingung, omset besar namun uangnya tidak ada. Sama seperti ibu Mardiana tadi. Beruntunglah Anda yang paham tentang bisnis dan akuntansi.

Saya sangat menyarankan mulai sekarang belajarlah tentang ilmu keuangan bisnis. Ilmu keuangan bisnis itu adalah akuntansi.
Semoga bermanfaat.

0 komentar:

Posting Komentar

 
p