Jumat, 19 Januari 2018

TEHNIK MEMBUANG RASA TAKUT


Salah satu hal yang sering menghantui orang untuk memulai usaha adalah rasa takut.

Ini bukan hanya menghantui calon pengusaha saja, tetapi juga pengusaha bahkan seluruh umat manusia. Tidak seorangpun di dunia ini yang kebal terhadap rasa takut.

Namun, ini tidak berarti Anda dan saya jadi bersikap pesimis.
Bila Anda dihantui rasa ini, Anda singkirkan pikiran untuk untuk berbisnis. Cari yang aman saja. Anda pilih saja menjadi karyawan sepanjang hidup Anda. Lebih baik memilih zona nyaman dalam hidup dengan segala resiko di kemudian hari.

Toh, suatu saat yang tidak berani dan yang berani menghadapi ketakutan sama-sama berujung di liang kubur juga.


Namun, ada perbedaan antara yang tidak mau didikte oleh rasa takut dengan yang dipenjara oleh rasa takut.

Bagi yang tidak mau ambil resiko, ia akan kehilangan kesempatan menikmati hidup yang penuh dengan pergulatan dan perjuangan; sedangkan yang berani menghadapi rasa takut sadar ada resiko, tetapi menerima pandangan bahwa segala sesuatu ada dalam tangan kuasa Allah.

Kalau Anda memahami makna dari slogan "Hidup hanya sekali, mengapa takut mati?- Anda tidak akan takut memulai bisnis.

Banyak yang takut memulai usaha karena takut tidak sukses; takut tidak mendapat untung. Orang-orang demikian telah menetapkan dirinya untuk gagal.


Sedangkan yang sadar ada kemungkinan gagal berusaha menyingkirkan hal-hal yang membuat gagal. Ia akan memulai dari dirinya sendiri. Ia mau belajar banyak hal- mulai dari memurnikan tujuan berbisnis dan segala tetek bengek proses dan administrasi menjalankan usaha.

 
*KUASAI  RASA TAKUT ANDA*

*Pertama, menerima bahwa rasa takut sudah merupakan penyakit semua orang.*

Tidak ada yang kebal. Mulai dari Adam sampai Anda- ini merupakan penyakit turunan. Tidak ada obat yang bisa diberikan manusia untuk menyingkirkan ini dari diri Anda.


*Kedua, menyadari bahwa hidup tidak semata-mata di tangan Anda.*

Bila Anda mulai berusaha, belum tentu Anda gagal. Tidak juga Anda otomatis berhasil sekalipun sudah bekerja keras.

Yang bisa Anda catat adalah bahwa Anda bukan penentu final untuk berhasil; Allah Yang Maha Kuasalah yang menentukan berhasil tidaknya Anda dalam berusaha.


Anda hanya harus berusaha dengan sungguh-sungguh berbisnis, sebaik mungkin memperbaiki hal-hal yang perlu diperbaiki dan mau belajar dari kegagalan orang untuk berhasil.


*Ketiga, jangan tentukan pikiran Anda untuk gagal*.

Sekalipun terbuka kemungkinan usaha gagal suatu saat atau tidak menunjukkan tanda-tanda berhasil, Anda jangan memilih untuk gagal.

Terimalah bahwa kegagalan merupakan sebuah proses yang harus dilalui. Bisa saja ini karena Anda belum matang dalam seluruh proses usaha-usaha Anda.

Dengan kata lain, setiap Anda gagal, Anda bangkit lagi dari kegagalan Anda.


*Keempat, lakukan sesuatu untuk membuat Anda lebih baik.*

Jangan Anda terbelenggu oleh pesimisme atau dibayang-bayangi oleh kegagalan Anda di masa lalu atau kegagalan orang lain.

Jalan hidup orang berbeda-beda dan tidak ada pengalaman hidup yang sama bagi dua orang yang berbeda.

Oleh sebab itu, kerjakanlah sesuatu untuk membuat usaha terus maju sekalipun pergerakan usaha Anda kelihatan sangat lambat.


*Kelima, buat tekad untuk tidak mau didikte oleh ketakutan.*

Berpikir optimislah bahwa hidup bukan hanya kegagalan.

Di balik awan yang gelap, ada langit yang cerah. Jadi, ada potensi untuk menikmati hasil usaha yang Anda lakukan dengan sungguh-sungguh apalagi kalau usaha Anda punya motif yang murni dan jujur.

Semoga Bermanfaat


Salam Sukses Dunia dan Akhirat,

Hermawan Tandi.

0 komentar:

Posting Komentar

 
p