Jumat, 16 Februari 2018

JALAN MENUJU KEBEBASAN FINANSIAL

Kebebasan Finansial (Financial Freedom) adalah momen saat kita bisa duduk leyeh-leyeh di serambi rumah tiap sore, sambil ngopi dan dengar musik atau Facebook-an, sementara income yang memadai terus datang mengalir.

Financial freedom adalah saat kita tak perlu lagi bekerja sejak fajar hingga petang, namun penghasilan yang melimpah tetap datang dengan lancar.

Saya lebih senang menyebutnya dengan kondisi : bisnis tetap jalan, transferan jalan dan owner jalan-jalan… mau?

Kondisi financial freedom mungkin menjadi sejenis khayalan bagi sebagian besar orang.

Sebab dalam kondisi ini, kita lagi bekerja penuh letih mengejar uang (sudah ngos-ngosan mengejar, eh pas sudah tertangkap dapatnya cuman sedikit. Capek deh!).

Kondisi financial freedom bersifat sebaliknya. Uang-lah yang bekerja keras untuk kita; sementara kita-nya bebas jalan-jalan menikmati wisata kuliner atau tekun mengaji di Masjid sepanjang hari.

Namun tentu saja tak mudah mencapai tahapan financial freedom. Hanya orang-orang dengan mindset positif dan keteguhan hati yang bisa menembusnya.

Ada lima tahapan kunci yang perlu di-daki agar kita bisa mencapai puncak tangga : financial freedom.

Berikut lima tahapan panjang yang sering dialami orang saat ingin berjuang mendaki tangga financial freedom.

1. Financial Deficit (Kekurangan Uang)

Ini adalah jalan terjauh dari puncak financial freedom. Dalam tahap ini, penghasilan seseorang bahkan tidak cukup untuk memenuhi biaya hidupnya.

Gaji hanya 4 juta sebulan; pengeluaran hidup sudah tembus 6 juta. Atau gaji 10 juta, tapi pengeluaran sebulan 15 juta. Defisit deh.

Akibatnya orang tersebut berhutang, entah kepada famili, teman, kepada koperasi di kantor, atau ini dia : terjebak pada hutang kartu kredit (rentenir modern yang sangat brutal).

.
2 : Financial Sufficient (Menahan derita)

Dalam tahapan ini, penghasilan seseorang pas banget dengan pengeluaran.

Begitu gaji datang, sudah langsung terpotong tagihan ini itu, dan sisanya pas – kadang mempet – untuk biaya hidup sebulan ke depan.

Bagi orang-orang dalam tahapan ini, ide menabung adalah sebuah kemewahan. Apalagi yang bisa ditabung? Uang monopoli?

Bagi orang dalam tahapan ini, hidup yah biarkan saja mengalir apa adanya. Iya kalau mengalirnya ke atas. Kalau mengalirnya ke septic tank?

.
3 : Financial Saving (Keuangan ditabung)

Dalam tahapan ini, orang mulai bisa menyisihkan penghasilan untuk ditabung atau di-investasikan.

Dalam Buku Rahasia Menciptakan Pohon Uang ada formula  40% untuk biaya hidup; dan sisa 30% untuk sedekah dan ditabung atau di-investasikan, 30% untuk bayar tagihan kredit (kredit rumah, kredit sepeda motor, kredit mobil, dll);

Jadi kalau orang itu punya penghasilan 10 juta, ia harus bisa menabung 2 juta dan 1 juta sedekah.

Setiap bulan secara otomatis, gaji/penghasilan kita langsung untuk dialokasikan kesana.

.
4 : Financial Planting (Menanam Pohon Uang)

Dalam tahapan ini, orang sudah mulai bisa menanam tabungan investasi rutin yang ia lakukan dalam tahapan sebelumnya.

Bisa ditanamkan dalam bentuk usaha atau pun investasi.
Misal, ia investasikan dalam bentuk kos-kosan yang setiap bulannya memberikan income dari hasil sewanya.

Atau contoh lain : tabungan yang ia simpan telah dibelikan sebidang tanah di lokasi yang cukup strategis. Dan tanahnya disewakan atau kemudian dijual, kemungkinan beberapa tahun sudah naik sekitar 100%.

Maka return sebesar 100% ini merupakan tambahan penghasilan yang ia dapatkan selain income tetap dari sewa tanah sebelumnya.

.
5 : Financial Freedom (Kebebasan Finansial)

Inilah tangga puncak dari kondisi finansial seseorang. Inilah saat seseorang telah memiliki investasi atau aset aktif yang mampu menghasilkan return yang memadai untuk membiayai kehidupannya sehari-hari (tanpa orang itu harus terus menerus bekerja lagi).

Misalnya orang itu punya aset kos-kosan di Yogyakart (dekat kampus ) sebanyak 20 kamar. Dengan tarif 750 ribu per kamar, ia bisamendapatkan penghasilan pasif (passive income) sebesar 15 juta per bulan – mungkin cukup untuk biaya hidupnya selama sebulan.

Ini adalah contoh aset aktif yang membuat “uang bekerja untuk kita” – bukan kita yang termehek-mehek mengejar uang (sejak fajar menyingsing hingga petang menjelang).

Nah.. sekarang Anda sudah sampai tahap mana? Atau belum mulai menapak kearah Finansial Freedom?

Hermawan Tandi

0 komentar:

Posting Komentar

 
p