Jumat, 16 Februari 2018

TAHAPAN PERKEMBANGAN BISNIS

Tahukah Anda bahwa bila kita tidak memahami tahapan perkembangan bisnis kita, maka pengambilan keputusan yang kita ambil justru akan menghancurkan bisnis kita?

Coba Anda bayangkan, andaikan Anda sudah membuka bisnis kuliner, dalam 1 tahun kemudian bisnis Anda ini ramai dikunjungi konsumen. Mereka menyukai warung kuliner Anda. Apa yang ada dalam benak Anda? Buka cabang?

Bila iya dan Anda membuka cabang baru, saya katakan bersiaplah bisnis Anda ambruk. Lho kok bisa?

Iya… karena Anda sudah melewati tahap perkembangan bisnis yang salah. Kenapa?
 Pada saat Anda membuka bisnis kuliner pertama, Anda begitu fokus dalam hal pengawasan kualitas menu Anda, sehingga rasa dari kuliner Anda selalu pas setiap harinya.

Rasa makanan masakan warung kuliner Anda tidak berubah, tetap selalu enak dan sama rasa dari rasa kemarin.

Bagaimana bila Anda tidak ada di warung kuliner tersebut, disaat sekarang Anda berada dicabang yang baru? Apakah sama standar rasanya?

Keuangan Anda di kasir aman, karena Anda selalu mengawasi keluar masuknya uang dengan baik dibawah pengawasan Anda. Bagaimana bila Anda berada dicabang kuliner Anda? Apakah akan aman?

Penggunaan bahan baku masakan Anda, hemat dan sesuai dengan perhitungan Anda, karena ada Anda yang selalu memberikan petunjuk takaran dan tehnik pemotongan bahan masakan.

Bagaimana bila Anda ada dicabang kuliner Anda? Apakah tidak boros? Belum tentu ! Bisa saja karyawan Anda sembarangan dalam penggunaan bahan yang bisa mengakibatkan kerugian.

Inilah contoh mengapa saya sangat menekankan kita memahami tahapan perkembangan bisnis kita sebelum mengambil keputusan untuk menduplikasinya, dengan membuka bisnis yang sama ditempat lain atau mungkin membuka ide usaha baru yang menjadi cita-cita Anda sebelumnya.

Nah… mari sebelum Anda memutuskan perkembangan bisnis Anda ke langkah yang mungkin salah, saya berikan beberapa tahapan perkembangan bisnis.
 Dalam berbisnis, tahapan yang harus Anda lalui adalah sebagai berikut :

1. JALAN DULU BISNISNYA

Tahap awal dalam bisnis adalah jalan dulu. Dapatkan dahulu market atau konsumen Anda sambil Anda terus belajar meningkatkan kualitas mutu produk atau jasa bisnis Anda. Apapun bentuk bisnis Anda.

Dalam tahap ini jangan dulu pikirkan perijinan, pembayaran pajak, sistemnya atau segala macamnya. Kenapa?  Karena bisnis yang tidak menghasilkan konsumen atau pendapatan untuk apa Anda jalankan, bukan?

Oleh karena itu pada tahap awal, Anda fokuskan pada bagaimana memperoleh market Anda dan menghasilkan pendapatan usaha.

Dalam setiap seminar Sukses Bisnis Tanpa Riba, selalu saya menekankan pada audience yang mau memulai bisnis atau sudah terlanjur buka bisnis namun tidak ada perkembangan untuk fokus dulu pada konsumen atau market mereka. INI PENTING.

Bisnis yang baik untuk bisa dikembangkan ketahap selanjutnya adalah bisnis yang menghasilkan pendapatan. Bukan bisnis yang awalnya bersistem bagus namun tidak memiliki market atau konsumen.

Boleh saja dan memang sudah seharusnya, sistem bisnis anda sudah terencana sejak timbulnya ide. Namun yang saya maksudkan disini adalah pengaplikasiannya bisa Anda lakukan kemudian disaat bisnis Anda sudah bisa menghasilkan sesuai harapan. Paham ya…

Maka dalam memulai bisnis tahap awal adalah jalan dulu saja dan fokus pada market Anda.

2. BANGUN SISTEM BISNIS ANDA

Setelah bisnis Anda menghasilkan dan sudah memiliki konsumen tetap, saatnya Anda memikirkan ijin usaha, sistem bisnis secara detail dan tercatat, dan membangun SOP bagi bisnis Anda.

Apabila dalam tahap ini, Anda tidak menguasai tehnik pembuatan sistem dan SOP, Anda bisa menggunakan jasa perusahaan yang bisa membantu membuatkan Anda sistem dan SOP bagi bisnis Anda. Karena ini penting di bangun sebelum Anda melangkah ketahap perkembangan bisnis selanjutnya.

Mengapa ini penting? Karena dengan mempunyai sistem dan SOP pada bisnis Anda, maka untuk kualitas mutu, sistem pelayanan, dan bahkan pengawasan semua sudah dijalankan sistem. Bisnis Anda ini sudah tidak begitu memerlukan kehadiran atau keberadaan Anda dalam perjalanannya.

Pada tahap ini tugas Anda adalah membangun psikologis Anda, untuk bisa percaya dengan orang lain. Artinya Anda siap mendelegasikan semua fungsi Anda pada SISTEM yang akan dijalankan oleh orang kepercayaan Anda.

3. PROFESIONALKAN BISNIS ANDA

Setelah sistem dan SOP terbangun dalam bisnis Anda, tahap selanjutnya adalah Anda memberikan kepercayaan kepada Karyawan dan Tim Anda untuk menjalankan bisnis ini.

Biarkan mereka bekerja secara professional, sebagai mana layaknya bisnis professional berjalan. Artinya jangan terlalu sering terlibat dalam bisnis Anda ini, kecuali memang menurut analisa Anda tidak terjadi peningkatan signifikan dalam bisnisnya atau mungkin terjadi sebaliknya.

Bila bisnis Anda menurun setelah masuk tahap ini, ingatlah bahwa yang salah bukanlah sistem bisnis Anda, tetapi tenaga professional yang Anda bayar yang salah, baik salah dalam pengambilan keputusan strategis, atau salah dalam hal mengelola timnya.

Sudah saatnya Anda harus mengganti Tim Anda dengan orang yang benar-benar mumpuni dibidang bisnis ini.

4. DUPLIKASIKAN BISNIS ANDA
Setelah ketiga tahap perkembangan bisnis berjalan, inilah saatnya bila Anda ingin menduplikasi bisnis Anda. Misalnya Anda mau buka cabang, mau mewaralabakan bisnis Anda dll.

Atau Anda ingin buka bisnis baru? Silahkan bila bisnis Anda sudah sampai tahapan ini.

Namun perlu Anda sadari dan ingat, bahwa semua tahapan yang harus Anda lalui ini, jangan sesekali melupakan Allah Sang Pemilik apa yang di bumi dan di sorga.

Karena Ridho Allah semua apa yang sudah Anda miliki ini terjadi dalam hidup Anda. Maka sudah selayaknya Anda selalu bersyukur dan mohon petunjuk Allah dalam setiap langkah bisnis Anda.

Jangan lupakan sedekah dan makin dekatkan diri Anda kepada-Nya. Pantaskan dan layakkan diri Anda dihadapan Allah, bahwa Anda layak menerima semua titipan dan amanah-Nya.

Semoga Bermanfaat,

Salam Sukses Dunia Akhirat

Hermawan Tandi.

0 komentar:

Posting Komentar

 
p